Kamis, 26 Oktober 2017

Adab Seorang Muslim dalam Menasihati dan Mengingatkan Kebaikan


Semua hal di dunia ini mempunyai adabnya tersendiri, dan telah diatur oleh Allah Swt. melalui Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Seperti halnya adab-adab dalam beramar ma'ruf, atau mengingatkan seseorang supaya senantiasa terus berada dalam jalan kebaikan. Dalam mengingatkan seseorang kita sepatutnya selalu memerhatikan adab-adabnya agar selalu terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Ada sebuah kisah menarik pada saat Rasulullah saw. menjadi imam, di mana ada seorang jemaahnya yang bersin pada saat itu. Sesaat kemudian, ada seorang badui berteriak, "Alhamdulillah." Maksud si badui itu upaya jemaah yang bersin tersebut mengucapkan alhamdulillah.

Akhirnya, jemaah itu pun mengucapkannya. Kembali, si badui ini menjawabnya dengan "yarhamukallah". Sontak para sahabat yang sedang salat bersama pada waktu itu mulai melirik si badui tersebut karena berbicara ketika salat.

Karena heran menjadi bahan sorotan, si badui ini pun kembali berbicara , "Hei! Kenapa kamu tengak-tengok." Sahabat pun mulai geram sampai menepuk pahanya sendiri.

Akhirnya, badui tersebut paham ketika sahabat menepuk pahanya sendiri. Selesai salat Nabi saw. bertanya, "siapa tadi yang berbicara?" Si badui itu pun mengangkat tangannya. Kemudian Nabi Saw. berkata tanpa sama sekali memaki atau memarahi badui tersebut, "saat sedang salat tidak boleh ada perkataan lain selain takbir, dzikir, bacaan Quran, dan bacaan salat lainnya."

Akhirnya, badui tersebut mengerti dan tidak ada rasa berat hati di dalam hati si badui setelah dinasihati oleh Rasulullah karena beliau menasihati dengan kelembutan.

Kisah di atas diceritakan oleh badui itu sendiri yang dimarahi oleh para sahabat. Dalam menasihati seseorang, kita tidak boleh memandang rendah orang yang kita nasihati tersebut. Konsep cara menasihati yang diajarkan oleh Rasulullah adalah kelembutan bila kita gunakan untuk mengingatkan seseorang dalam kebaikan pasti akan berkesan. Akan tetapi, kekerasan walaupun kita gunakan untuk kebaikan, pasti akan mendatangkan kemudaratan.

Jika kita menasihati seseorang supaya tidak berbuat kemunkaran dengan memakinya, besar kemungkinan orang yang kita nasihati tersebut akan tetap melakukan kemungkaran itu. Sebaliknya, jika kita menasihati seseorang dengan lemah lembut, niscaya orang yang kita nasihati akan dengan lapang dada menerima nasihat kebaikan kita.

Untuk itu, kita perlu mempelajari adab-adab muslim ketika menasihati dalam kebaikan. Berikut adalah adab-adab seorang muslim dalam menasihati atau mengingatkan dalam kebaikan.


1. Mengharap Ridho Allah Swt.

Hendaknya semua perbuatan yang kita lakukan diniatkan untuk mendapat ridho Allah Swt/ Hal ini supaya setiap perbuatan kita dihitung ibadah dan mendapatkan pahala yang berlimpah.

2. Tidak Mempermalukan Orang yang Kita Nasihati

Beberapa orang memberi nasihat atau kritik di depan banyak orang. Hal ini mesti dihindari karena di samping itu bisa menjadi aib bagi orang tersebut, hal ini juga bisa mempermalukan orang yang kita nasihati tersebut, bahkan melukai hatinya. Pada akhirnya, nasihat itupun tidak berbuah sesuai yang kita harapkan.

Maka dari itu, dalam menasihati kita harus selalu memperhatikan situasi dan kondisi di sekitar kita.

3. Menasihati dengan Kata-kata yang Lembut dan tidak Mencaci

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
"Maka berbicatalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut." (QS, Taha: 44)

Seseorang harus bersikap lemah lembut dalam menasihati, sebagaimana kisah Rasulullah Saw di atas. Perumpamaan orang yang menerima nasihat kita itu seperti jarum yang ingin kita masukan benang, harus dengan lemah lembut supaya benang tersebut bisa masuk. Kita yang menasihati juga harus tenang terlebih dahulu dan tidak langsung main hakim sendiri.


Penutup

Usahakan kita senantiasa berhusnudzon kepada orang lain dan selalu memerhatikan adab-adab ketika mengerjakan suatu hal. Jika kita senantiasa mengikuti sunnahnya dan selalu memerhatikan adab-adabnya, insya Allah semua hal yang kita kerjaan akan bernilai pahala di sisi Allah Swt. dan akan menjadi bekal amal baik yang kelak akan menyelamatkan kita di akhirat nanti.

Tetap istiqomah dalam beramar ma'ruf nahi munkar, jangan biarkan kita semua melihat kemunkaran yang terjadi. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah Swt. Amin.

Wallahua'lam.

Sumber gambar: www.michigandaily.com.