Rabu, 05 Juli 2017

Ini Doa Berbuka Puasa yang Benar yang Tidak Banyak Orang Tahu

Kebanyakan orang salah ketika membaca doa berbuka puasa

Momen yang paling ditunggu-tunggu kaum muslim yang berpuasa tentu saja adalah berbuka. Berbuka adalah waktu menyudahi berpuasa dari menahan haus dan lapar, karena di waktu itu umat muslim dibolehkan mengonsumsi makanan dan minuman untuk mengembalikan tenaganya.

Biasanya, sebelum mulai menyantap hidangan-hidangan di depan mata, beberapa orang terlebih dahulu melantunkan doa berbuka puasa. Doa yang cukup sering diucapkan adalah sebagai berikut.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت

 "Ya Allah bagi Engkau aku berpuasa dan dengan rezeki Engkau aku berbuka."

Doa tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud, At-Thabarani, dan Ad-Daaruquthuny dalam sunannya. Sanadnya bersambung dari Muhammad bin Ibrahim,  Isma’il bin Amr Al-Bajali, Daud bin Az-Zibriqani, Syu’bah, Tsabit Bunani, dan Anas bin Malik. Sekarang kita lihat komentar para ulama terkait hadis tersebut.

Ia (Daud bin Az-Zibriqani) pendusta -- Al-Jurjaji
Ia (Daud bin Az-Zibriqani) matruk -- Abu Zur'ah
Hadisnya mugaarib (hasan) -- Imam Bukhari
Laisa bisyai'in (lemah) -- Ibnu Ma'an
Ia (Isma’il bin Amr Al-Bajali) dhaif -- Ad-Daruquthni

Intinya, kebanyakan ulama sepakat hadis tersebut bermasalah dari segi sanad. Sehingga tak heran sebagian dari mereka menggolongkan hadis tersebut beserta doanya sebagai dhaif jiddan (lemah sekali).

Bahkan, doa tersebut sering ditambah-tambahi dengan lafaz wa bikaa amantu atau birahmatika ya arhamarrahimin. Padahal, ini sama sekali tidak ada keterangannya di dalam kitab hadis.

Al-Mulla Ali Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih berkata,

"Adapun yang masyhur di lisan masyarakat, Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu maka tambahan wabikaa amantu tidak ada asalnya walaupun secara makna benar. Demikian juga tambahan wa’alaika afthartu wa lishaumi ghadin nawaitu" (Mirqatul Mafatih Syarah Misykatul Mashabih, 4/1387).

 Lantas, Doa Sebelum Berbuka Puasa Apa yang Sahih?

Jawabannya, tidak ada doa sebelum berbuka puasa. Rasululullah Saw. tidak pernah membaca doa sebelum beliau berbuka, namun yang dilakukan Rasulullah Saw. adalah berdoa setelah berbuka. Hal ini karena berbuka harus disegerakan dan bukan ditunda-tunda. Sabda Rasulullah saw.,

"Senantiasa manusia berbuat kebajikan selama mereka menyegerakan berbuka." (Muttafaqun Alaih)

Dengan demikian, tidak ada doa sebelum berbuka puasa kecuali membaca basmalah sebelum menyantap.

Sekarang, Anda mungkin bertanya-tanya mengenai doa setelah berbuka yang sahih. Sayangnya, seperti halnya doa sebelum berbuka, tidak ada doa setelah berbuka yang sahih. Namun, doa ini dinilai hasan dan mayoritas ulama tidak mempermasalahkan penggunaan doa tersebut (ulasannya bisa dibaca di sini).

Berikut lafaz doa berbuka puasa yang dimaksud.


Seperti yang Anda lihat, secara maknawi bacaan doa tersebut pun dibaca setelah berbuka. Tidak mungkin bukan telah hilang rasa haus sementara kita belum meneguk air? Maka dari itu, jika ada yang membaca doa tersebut sebelum berbuka telah menyimpang secara makna.

Wallahu'alam.  

Ini Adalah Postingan Terbaru