Kamis, 08 September 2016

Lima Tanda Malam Lailatul Qadar yang Paling Terlihat


Lailatul qadar adalah sebuah malam yang paling ditunggu-tunggu umat muslim tatkala berpuasa di bulan Ramadan. Sebab, pada malam ini semua malaikat turun ke bumi untuk memohon ampunan terhadap dosa-dosa yang telah manusia lakukan sepanjang hidupnya.

Selain itu, Allah menjadikan malam ini sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan bagi yang mengamalkannya dengan baik. Menurut beberapa pendapat ulama, hal ini dikarenakan dahulu seseorang baru bisa dikatakan ahli ibadah apabila sudah beribadah selama seribu tahun lamanya. Maka dari itu, Allah memberikan keistimewaan pada umat Nabi Muhammad saw. yang amal kebaikannya terjaga di bulan Ramadhan dengan sebuah malam yang sangat istimewa yang bernama malam lailatul qadar.

Banyak orang yang bergairah mengerjakan kebajikan dengan beribadah sebanyak mungkin pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Mereka berkeyakinan bahwa di waktu-waktu tersebut terselip malam istimewa yang disebut lailatul qadar. Akan tetapi, ada sebagian ulama lain yang berpendapat bahwa malam lailatur qadar bisa berada di malam apa saja dan sangat dirahasiakan keberadaannya. Hal ini supaya umat muslim senantiasa memperbanyak ibadahnya selama bulan Ramadan, bukan saja selama sepuluh hari terakhir.

Ada juga yang berpendapat bahwa malam lailatul qadar hanya bisa datang pada seseorang yang bisa menjaga amal ibadahnya dengan baik selama bulan Ramadan bahkan di bulan selain Ramadan.

Malam lailatul qadar memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Akan tetapi, ada sejumlah tanda malam lailatul qadar seperti yang telah disampaikan baginda Rasulullah saw. Di antara tanda-tandanya adalah sebagai berikut.

Udara nan Sejuk dan Tenang

Di sebuah hadis hasan, sesuai dengan sabda Rasulullah saw. yang disampaikan Ibnu Abbas r.a, dijelaskan bahwa pada malam lailatul qadar udara terasa begitu sejuk dan tenang dengan suhu yang tidak panas namun tidak juga terlalu dingin.

Malam yang Cerah dan Sejuk

Dalam sabda Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan At-Thabrani di dalam Al-Mu’ jam Al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan, diterangkan bahwa pada malam lailatul qadar langit begitu terang tanpa adanya awan maupun hujan. Angin pun berhembus dengan sangat lembut sehingga terasa kesejukan pada malam tersebut melebihi hari-hari lainnya.

Beribadah Terasa Lebih Nikmat

Tatkala malam lailatul qadar datang pada orang pilihan Allah swt., maka dia akan merasakan ketenangan serta kebahagiaan ketika menjalani ibadah pada malam tersebut. Hati dan pikirannya merasakan kenikmatan yang begitu dahsyat saat berdoa di hadapan Allah swt. karena disaksikan oleh para malaikat yang juga mendoakan dirinya.

Bulan Terbelah Dua

Pada malam lailatur qadar juga ditandai dengan penampakan separuh bulan. Ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw. yang disampaikan Abu Hurairah r.a dalam hadis riwayat Muslim. Kala itu mereka pernah berbincang terkait lailatul qadar bersama Rasulullah saw., di mana beliau mengingatkan akan bulan yang hanya tampak separuh pada saat malam lailatul qadar.

Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut

Lailatul qadar diakhiri dengan terbitnya matahari dengan cahaya lembut dan tidak begitu menyengat bahkan sampai posisinya sudah begitu tinggi. Cuaca pada pagi hari itu pun begitu cerah dan sejuk, masih sama seperti pada saat malam lailatul qadar.

Seperti sabda Nabi Muhammad saw. yang disampaikan Ubay bin Ka’ab r.a dan diriwayatkan Muslim, dijelaskan bahwa pada keesokan harinya setelah malam lailatul qadar, meskipun matahari sudah terbit hingga posisinya yang sudah tinggi namun sinarnya tetap tidak begitu terang.